Kamis, 11 November 2021

BEST PRACTICE APRESIASI GURU INSPIRATIF GTK TAHUN 2021

 

Video Lomba Apresiasi GTK Inspiratif Tahun 2021
             

Melalui “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local Culture

Oleh : Hastri, S.Pd.

Kategori :

Guru SMP

 

 

 


 

  

 KATA PENGANTAR

        Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia Nya sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan video dan naskah praktik baik pembelajaran yang berjudul Melalui “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local CultureNaskah praktik terbaik ini disusun untuk mengikuti kegiatan Apresiasi Katagori Guru SMP Inspiratif  Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidik Dasar (Dikdas) dengan tema “Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”

      Naskah praktik terbaik ini dapat diselesaikan, tentunya dengan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, dengan itu ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada :

1)      Keluarga tercinta atas dukungan, doa serta semangat dan bantuannya selama pembuatan karya ini;

2)      Bapak Drs. Iskandar, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah;

3)      Bapak Azwir, S. Pd.I., selaku Kepala UPTD SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan;

4)      Rekan-rekan Guru UPTD SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan yang telah membantu dalam penyelesaian karya ini;

 Dalam pembuatan karya berupa video serta penyusunan naskah ini masih banyak kekurangannya, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk penyempurnaan karya ini.

Harapan penulis karya ini dapat bermanfaat, dan menginspirasi guru lainnya sebagai upaya untuk mengatasi terjadinya learning loss dalam melaksanakan proses pembelajaran pada masa pandemi yang dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas.

 

Sungaiselan,     November 2021

 

 












DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR................................................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................................................ ii

BAB I........................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN........................................................................................................................ 1

A.        Latar Belakang.................................................................................................................. 1

B.         Tujuan.............................................................................................................................. 1

C.         Strategi Pemecahan Masalah.............................................................................................. 1

BAB II......................................................................................................................................... 2

Pembahasan................................................................................................................................. 2

BAB III...................................................................................................................................... .. 8

PENUTUP.................................................................................................................................. .. 8

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

           Pandemi Covid-19 merupakan permasalahan dunia, halnya pandemi telah berlangsung selama 2 tahun, tidak terkecuali negara Indonesia juga memiliki permasalahan yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 ini. Salah satu dampak pandemi covid-19 yang mengenai dunia pendidikan adalah diterapkannya pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas, sesuai dengan surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi covid-19, salah satu isi surat keputusan bersama tersebut menyatakan bahwa penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan/atau pembelajaran jarak jauh.

           Akibat dari penerapan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh tersebut terjadinya Learning Lost atau dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan (The Education and Development Forum (2020)

           Upaya yang dilakukan penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut  adalah membuat praktik baik pembelajaran dengan menggunakan strategi “PISA” (Permainan Biji Saga) untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik di SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan.

 

B.     Rumusan Masalah

Bagaimana tahapan “PISA” untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan?

 

C.    Tujuan

            Tujuan dari best practice ini yaitu Menjabarkan tahapan “PISA” untuk                                                    meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik SMP                                  Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan sehingga Learning Lost dapat teratasi dengan                                        Learning Local Culture

     D.    Strategi Pemecahan Masalah 

1.      PISA

PISA merupakan akronim dari permainan tradisional biji saga, dengan latar belakang pandemi covid-19 yang memaksa sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas mengakibatkan terjadinya Learning Lost atau siswa kehilangan sebagian pembelajaran. Sebagai sekolah kecil yang berada di sebuah dusun dengan jumlah penduduk yang sedikit, peserta didik memanfaatkan banyak waktu luang mereka dengan bermain di lingkungan sekitar rumahnya. Lingkungan sekitar rumah yang masih asri dan terjaga kelestarian alamnya mempunyai banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai alat untuk anak-anak bermain.

Salah satu potensi alam yang masih banyak terdapat di daerah ini adalah tanaman saga, tanaman yang masih dalam kerabat petai ini mempunyai biji berbentuk bulat kecil dan berwarna merah cerah, biji tanaman saga inilah yang dijadikan anak-anak untuk bermain.

Kearifan lokal yang ada disekitar lingkungan peserta didik dapat dijadikan sebuah strategi pembelajaran yang mudah diterima oleh peserta didik, salah satunya adalah strategi “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga)

Alasan mengapa strategi PISA ini mudah dan efektif dilaksanakan karena permainan tradisional biji saga merupakan permainan yang sering dimainkan oleh peserta didik, harapannya dengan mengambil strategi yang dekat dengan kehidupan peserta didik akan lebih mudah diterima dan dipahami.

Strategi PISA dilaksanakan dengan pendekatan saintifik dan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sehingga strategi PISA ini bisa juga diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya. 

 2.      Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Kebijakan merdeka belajar yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menuntut pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik harus berpihak kepada peserta didik. Pendidik harus memfasilitasi kebutuhan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

Pada strategi PISA peserta didik diberikan kebebasan dalam mendeskripsikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik dalam belajar. Peserta didik bebas memilih media dan cara apa saja yang mereka sukai untuk mendeskripsikan permainan tradisional biji saga. Cara pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menghasilkan dampak yang positif. Peserta didik menjadi lebih aktif dan antusias dalam belajar.

 

 

























BAB II

PEMBAHASAN

 

Video yang disampaikan memuat tentang praktik baik selama pertemuan tatap muka terbatas di masa pandemi dengan judul “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local Culture.

1.      Video diawali dengan tayangan lingkungan sekolah sebagai tempat peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan pembelajaran tatap muka terbatas, lingkungan sekolah dikondisikan dengan layak sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang berlaku di daerah. Tempat duduk siswa dibuat berjarak antara satu dengan yang lainnya, terdapat juga tempat cuci tangan di depan kelas masing-masing.


               Gambar 1.1 Keadaan Lingkungan Sekolah                                  

              Gambar 1.2 Keadaan kelas

                                    

2.      Penyampaian penjelasan mengenai video Best Practice

Video berisikan tentang penjelasan mengenai isi video Best Practice  dan tujuannya. Penulis memamparkan tentang latar belakang terjadinya Learning Lost dan cara untuk mengatasinya

    Gambar 2.1 Penulis menjelaskan tentang isi video

 

3.      Latar Belakang

Video memuat tentang latar belakang dipilihnya strategi PISA untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan melalui permainan tradisional yang sering dimainkan oleh peserta didik di lingkungan sekitar rumahnya, banyaknya potensi alam seperti tanaman saga yang bisa dijadikan permainan tradisional.

    


    Gambar 3.1 Akibat PJJ Peserta Didik Bermain                       

                    

                     Gambar 3.2 Tanaman Saga

    

                      Gambar 3.3 Biji Saga

 

4.      Kegiatan Pembuka

Diawali dengan ucapan salam, sapaan, absensi serta berdoa. Kegiatan selanjutnya adalah mengajak peserta didik untuk membangkitkan motivasi dan semangat dengan bermain menguji konsentrasi melalui permainan kepala, pundak, lutut kaki.

 


     Gambar 4.1 Kegiatan pembukaan                                                         


    

                    Gambar 4.2 Kegiatan berdoa

 

     

    Gambar 4.3 Guru memberikan motivasi

 

5.      Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti, diawali dengan penjelasan materi pembelajaran, lalu peserta didik diajak untuk mengenali biji saga dan secara berkelompok peserta didik diajak permainan biji saga dengan biji saga yang dibawa oleh guru

   


    Gambar 5.1 Guru menjelaskan materi pelajaran                  

    

    Gambar 5.2 Peserta didik bermain permainan biji saga


Kegiatan selanjutnya adalah peserta didik berdiskusi dengan anggota kelompoknya mengenai cara membuat sebuah teks deskripsi

    Gambar 5.3 Peserta didik berdiskusi

  

Setelah berdiskusi dengan anggota kelompoknya, selanjutnya peserta didik mengerjakan penugasan yang diberikan oleh guru, peserta didik mendeskripsikan permainan tradisional biji saga dengan cara yang dipilih oleh peserta didik sendiri, ada yang memilih mendeskripsikan dengan teks bergambar, ada yang menggunakan rekaman suara, ada yang menggunakan teks tertulis.

  

    Gambar 5.4 Peserta didik mendeskripsikan dengan teks bergambar

    

    Gambar 5.5 Peserta didik mendeskripsikan dengan rekaman suara

    

    Gambar 5.6 Peserta didik mendeskripsikan dengan teks tertulis

 

6.      Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup video menggambarkan guru yang sedang mengajak peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran dan menginformasikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

    Gambar 6.1 Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran

     

    Gambar 6.2 Kegiatan penutup pembelajaran



7.      Penutup Video

Pada penutupan video disampaikan hasil yang dicapai dengan menerapkan strategi PISA untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik berbasiskan kearifan lokal dalam penelitian ini menggunakan permainan tradisional biji saga.

    Gambar 7.1 Penutupan video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

1.      Simpulan

Strategi PISA yang telah dilakukan dapat meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang bepusat pada peserta didik di SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan, serta berdampak positif untuk mengatasi Learning Lost  atau peserta didik kehilangan sebagian pembelajaran

 

2.      Saran

Saran diberikan kepada guru mata pelajaran lain dapat menggunakan strategi PISA (Permainan Tradisional Biji Saga) dalam pembelajaran,

 

 

 

 




0 komentar:

Posting Komentar