Sumber Belajar

Klik gambar untuk mengakses

SimpaTIK

Klik gambar untuk mengakses

Laboratorium Maya

Klik gambar untuk mengakses

EDUGAME

Klik gambar untuk mengakses

Sabtu, 13 November 2021

MENYUSUN TEKS PROSEDUR DENGAN MUDAH

 


Hai Sahabat Pembaca, kalian pastinya pernah kan membuat mi instan? Tahukah kalian kalau langkah-langkah dalam membuat mi instan tersebut adalah salah satu teks prosedur?

Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang langkah-langkah menyusun teks prosedur

Langkah-Langkah Menyusun Teks Prosedur

1. Menentukan topik

2. Menentukan gagasan

3. Menuliskan kerangka teks

4. Mengembangkan kerangka teks

5. Merevisi teks


1. Menentukan Topik

Langkah pertama adalah menentukan topik yang akan dijadikan sebuah teks prosedur, topik bisa diambil dari berbagai sumber, salah satunya lingkungan sekitar atau topik-topik terbaru yang sedang hangat dibicarakan. Setelah itu buat judulnya.

2. Menentukan Gagasan

Gagasan ditentukan dari tujuan teks prosedur itu sendiri, alat dan bahan yang akan digunakan dalam teks prosedur itu, bagaimana langkah-langkah pembuatan atau langkah-langkah pengerjaan sesuatu, dan kesimpulan yang akan disampaikan

3. Menuliskankan Kerangka Teks

Setelah gagasan sudah ada selanjutnya menuliskan gagasan-gagasan tersebut menjadi kerangka teks , kerangka tersebut disusun berdasarkan struktur teks prosedur, yaitu tujuan, alat dan bahan, langkah-langkah, dan kesimpulan

4. Mengembangkan Kerangka Teks

Kerangka teks yang disusun berdasarkan struktur teks selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah tulisan teks prosedur dengan memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan teks prosedur.

Struktur teks prosedur

    - Tujuan

    - Alat dan Bahan

    - Langkah-Langkah

    - Kesimpulan

5. Merevisi Teks

Kegiatan merevisi dilakukan setelah menyusun teks prosedur, merevisi atau menyunting teks dilakukan agar teks yang dihasilkan menjadi teks yang bagus dan sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya. Apa saja yang disunting dalam teks prosedur tersebut? kalian harus melihat kembali tulisannya apakah ada kata yang salah, atau ada huruf yang tertinggal dalam penulisannya, perhatikan juga struktur teksnya sudah sesuai atau belum, kemudian perhatikan kaidah kebahasaannya harus sesuai dengan kaidah kebahasaan teks prosedur yaitu:

    - Kata kerja pasif

    - Konjungsi (urutan)

    - Kata bilangan urutan petunjuk

    - Kata ganti

    - Kata keterangan

    - Kata menunjuk ukuran

    - Kalimat perintah, kalimat berita, dan kalimat pertanyaan


Berikut ini contoh teks prosedur dan strukturnya

Resep Cara Membuat Selai Belimbing Paling Enak


Sarapan pagi penting dilakukan untuk memberikan nutrisi agar kita dapat beraktivitas dengan bugar, salah satu menu sarapan yang enak adalah roti, roti paling enak dioles dengan selai. Selai belimbing dapat dijadikan alternatif selai belimbing, rasa asam manis unik dari selai belimbing dapat memberikan cita rasa berbeda pada roti.


Alat dan Bahan Membuat Selai Belimbing :
Pisau

Saringan

Panci

Toples

1 buah belimbing ( sudah dicuci )
1 buah jeruk segar ( sudah dicuci )
1/4 cangkir gula

Cara Membuat Selai Belimbing :
1. Langkah pertama yang dilakukan adalah ambil belimbing dan bersihkan tepi kulit belimbing yang berwarna coklat, kemudian potong tipis-tipis dan buang bijinya.
2. Untuk buah jeruk sendiri cukup kupas habis kulitnya, ambil dagingnya saja. Kemudian peras dan ambil air jeruknya.
3. Kemudian masukkan potongan belimbing dan sari jeruk ke dalam panci, lalu baru tambahkan gulanya ke dalamnya. Aduk-aduk perlahan saja.
4. Setelah itu rebuslah campuran tadi di atas api yang sedang selama 30 menit saja, di aduk-aduk perlahan.
5. Angkat selai belimbing yang sudah jadi, dan segera dinginkan di tempat terbuka maupun lemari es.
6. Masukkan ke dalam toples agar awet hingga 3 - 5 hari.


Bagaimana? mudah bukan cara membuatnya, selamat mencoba!


Struktur Teks


Tujuan; Sarapan pagi penting dilakukan untuk memberikan nutrisi agar kita dapat beraktivitas dengan bugar, salah satu menu sarapan yang enak adalah roti, roti paling enak dioles dengan selai. Selai belimbing dapat dijadikan alternatif selai belimbing, rasa asam manis unik dari selai belimbing dapat memberikan cita rasa berbeda pada roti. 


Alat dan bahan: 

Pisau

Saringan

Panci

Toples

1 buah belimbing ( sudah dicuci )

1 buah jeruk segar ( sudah dicuci )

1/4 cangkir gula


Langkah-langkah

1. Langkah pertama yang dilakukan adalah ambil belimbing dan bersihkan tepi kulit belimbing yang berwarna coklat, kemudian potong tipis-tipis dan buang bijinya.
2. Untuk buah jeruk sendiri cukup kupas habis kulitnya, ambil dagingnya saja. Kemudian peras dan ambil air jeruknya.
3. Kemudian masukkan potongan belimbing dan sari jeruk ke dalam panci, lalu baru tambahkan gulanya ke dalamnya. Aduk-aduk perlahan saja.
4. Setelah itu rebuslah campuran tadi di atas api yang sedang selama 30 menit saja, di aduk-aduk perlahan.
5. Angkat selai belimbing yang sudah jadi, dan segera dinginkan di tempat terbuka maupun lemari es.
6. Masukkan ke dalam toples agar awet hingga 3 - 5 hari.


Kesimpulan

Bagaimana? mudah bukan cara membuatnya, selamat mencoba!



Kamis, 11 November 2021

Praktik Baik (Best Practice) Pembelajaran Mudah Terintegrasi dengan Rumah Belajar

 



BEST PRACTICE, Bagaimana cara membuat Best Practice?

Halo Sahabat Pembaca, mendengar kata Best Practice sering kali dibingungkan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Masih banyak rekan pendidik kebingungan membedakan antara Best Practice dan PTK., Sahabat Pembaca bisakah membedakan Best Practice dengan PTK?

Diklat Penulisan Best Practice yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah yang diikuti oleh 50 orang guru Bangka Tengah dari jenjang TK s.d SMP. Bertempat di LPMP Provinsi menghadirkan narasumber yang berkompetensi di bidang penulisan praktik baik pembelajaran, yaitu Bapak Sabarudin, M. Pd. Kepala SMA Negeri 1 Manggar Belitung Timur, Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional.
    Gambar: Peserta dan narasumber

Bapak Sabar menyampaikan bahwa "Guru itu sebetulnya sudah melakukan praktik baik, hanya saja tidak dibuat laporannya, tidak didokumentasikan" ungkap Pak Sabar. Beliau mengatakan sebenarnya sudah sering melakukan praktik baik, tetapi guru tidak menyadari hal itu, praktik baik merupakan pembelajaran terbaik yang dilakukan dengan adanya dampak/perubahan yang signifikan. Menyusun laporan parktik baik tidak seperti laporan PTK, praktik baik hanya menyajikan kondisi awal dan kondisi akhir pada pembelajaran terbaiknya, sedangkan PTK adalah sebuah penelitian yang dilakukan dengan tahapan-tahapan siklus.

Langkah pertama menyusun laporan praktik baik adalah dengan menemukan ide, lalu merumuskan permasalahan dengan latar belakang permasalahan tersebut, selanjutnya menentukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah menemukan ide dan merumuskan permasalahan selanjutnya membuat judul yang menarik. Barulah setelah itu menyusun laporan praktik baik pembelajaran tersebut.

Pada kesempatan tersebut SRB Bangka Tengah mendapatkan kesempatan untuk sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar, SRB mengenalkan Rumah Belajar dengan fitur-fitur yang dapat dijadikan media dalam pembelajaran yang nantinya dapat menjadi praktik baik pembelajaran.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya tentang cara mengakses Rumah Belajar, tanya jawab dan bimbingan dilakukan oleh SRB. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat membuat praktik baik pembelajaran yang terintegrasi dengan Rumah Belajar.
    Gambar: SRB berdiskusi dengan peserta
    

Salah satu peserta pelatihan penulisan Best Practice ini adalah Duta Rumah Belajar Tahun 2020Ibu Supriyatni, S. Pd., melalui kesempatan ini Ibu Upy begitu panggilan sapaan beliau membersamai SRB dalam mensosialisasikan Portal Rumah Belajar.

    Gambar: Foto bersama peserta dan Duta Rumah Belajar Tahun 2020

Sahabat Pembaca dapat memanfaatkan fitur-fitur Portal Rumah Belajar untuk membuat Praktik Baik Pembelajaran.

Sahabat dapat mengakses Portal Rumah Belajar pada laman berikut: belajar.kemdikbud.go.id 


LAMPIRAN





Bekisah Bersama Rumah Belajar

 


Halo Sahabat Pembaca, 

Yo, kite bekisah! kalimat ini sering kita dengar dalam keseharian, bekisah dalam kamus bahasa melayu Bangka Belitung merupakan bercerita tentang suatu hal. Namun, bekisah bersama rumah belajar dalam tulisan ini adalah akronim dari berkreasi dan berinovasi dengan mudah bersama Portal Rumah Belajar.

Workshop BEKISAH (Berkreasi dan Berinovasi dengan Mudah) Bersama Rumah Belajar adalah kegiatan yang diselenggarakan Kolaborasi SRB Kabupaten Tengah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5-6 November 2021 secara daring sinkronus dan pada tanggal 8-14 November secara asinkronus.

Pada kegiatan Workshop BEKISAH Bersama Rumah Belajar ada beberapa materi yang disampaikan

1. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran

2. Pengenalan Portal Rumah Belajar

3. Pengenalan Fitur-Fitur Rumah Belajar

4. Pengenalan Simpatik

5. Publikasi Karya Tulis Ilmiah Populer

6. Video Pembelajaran

7. Canva untuk Pembelajaran

    

    
    
    

Portal Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Memanfaatkan Portal Rumah Belajar, Sahabat Pembaca dapat berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan strategi pembelajaran, metode, media, dan karya tulis yang terintegrasi dengan Portal Rumah Belajar.

Sahabat dapat mengakses Portal Rumah Belajar pada laman belajar.kemdikbud.go.id


LAMPIRAN

DAFTAR HADIR KEGIATAN BEKISAH

MATERI PENGENALAN RUMAH BELAJAR

MATERI PUBLIKASI KARYA ILMIAH

MENEMUKAN IDE DI RUMAH BELAJAR

 



Benarkah ide itu bisa ditemukan ataukah ide itu harus dicari?

Halo Sahabat Pembaca, bagaimana dengan pertanyaan diatas? menurut pembaca apakah ide itu harus dicari atau ditemukan?

Pada kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer yang diselenggarkan oleh Dinas Pendidikan Bangka Tengah tanggal 1-2 November 2021 para Sahabat Rumah Belajar (SRB) Kabupaten Bangka Tengah berkesempatan memberikan sosialisasi pemanfaatan Portal Rumah Belajar, sebagai sasaran adalah guru-guru yang akan menulis karya ilmiah populer seperti artikel SRB memberikan alternatif fitur rumah belajar yang dapat memfasilitasi mereka untuk menulis artikel, yaitu pada fitur Pena Blog. Melalui Pena Blog para penulis artikel dapat mempublikasikan artikel atau pun tulisan lainnya dengan mudah dan cepat. Peserta sangat antusias menerima materi dari SRB, mereka selama ini belum mengetahui bahwa Rumah Belajar ternyata memiliki fitur tersebut dan mereka menyatakan akan memanfaatkan fitur tersebut untuk menulis.

    Gambar: SRB sedang memberikan sosialisasi


Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut adalah Bapak Budi Rahmad (Redaktor Senior Harian Babel Pos). Bapak Budi Rahmad menyatakan bahwa "Ide itu tidak datang dengan sendirinya, ide itu harus ditemukan, di mana saja, melalui pengalaman, berdiskusi ataupun dengan membaca kita dapat menemukan ide untuk membuat sebuah tulisan" ungkap Bapak Budi.

Ide memang harus ditemukan bukan dicari karena sesungguhnya ide itu bisa datang dari mana saja, apa saja bisa dijadikan bahan tulisan, sekarang bagaimana kita saja sebagai penulis pemula untuk menemukan ide. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Budi, ide bisa ditemukan berdasarkan hasil pengalaman, hasil diskusi, dan hasil membaca, salah satu ide yang bisa ditemukan adalah dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar. Berbagai fitur yang mendukung pembelajaran dapat dijadikan ide untuk membuat sebuah tulisan. Misalnya pemanfaatan Edugame bisa dijadikan bahan untuk membuat sebuah tulisan artikel atau opini. 

Sahabat pembaca bisa mengakses fitur Pena Blog pada link berikut  PENA BLOG

SELAMAT MENULIS YA SAHABAT PEMBACA!

LAMPIRAN


BEST PRACTICE APRESIASI GURU INSPIRATIF GTK TAHUN 2021

 

Video Lomba Apresiasi GTK Inspiratif Tahun 2021
             

Melalui “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local Culture

Oleh : Hastri, S.Pd.

Kategori :

Guru SMP

 

 

 


 

  

 KATA PENGANTAR

        Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia Nya sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan video dan naskah praktik baik pembelajaran yang berjudul Melalui “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local CultureNaskah praktik terbaik ini disusun untuk mengikuti kegiatan Apresiasi Katagori Guru SMP Inspiratif  Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidik Dasar (Dikdas) dengan tema “Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”

      Naskah praktik terbaik ini dapat diselesaikan, tentunya dengan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, dengan itu ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada :

1)      Keluarga tercinta atas dukungan, doa serta semangat dan bantuannya selama pembuatan karya ini;

2)      Bapak Drs. Iskandar, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah;

3)      Bapak Azwir, S. Pd.I., selaku Kepala UPTD SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan;

4)      Rekan-rekan Guru UPTD SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan yang telah membantu dalam penyelesaian karya ini;

 Dalam pembuatan karya berupa video serta penyusunan naskah ini masih banyak kekurangannya, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk penyempurnaan karya ini.

Harapan penulis karya ini dapat bermanfaat, dan menginspirasi guru lainnya sebagai upaya untuk mengatasi terjadinya learning loss dalam melaksanakan proses pembelajaran pada masa pandemi yang dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas.

 

Sungaiselan,     November 2021

 

 












DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR................................................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................................................ ii

BAB I........................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN........................................................................................................................ 1

A.        Latar Belakang.................................................................................................................. 1

B.         Tujuan.............................................................................................................................. 1

C.         Strategi Pemecahan Masalah.............................................................................................. 1

BAB II......................................................................................................................................... 2

Pembahasan................................................................................................................................. 2

BAB III...................................................................................................................................... .. 8

PENUTUP.................................................................................................................................. .. 8

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

           Pandemi Covid-19 merupakan permasalahan dunia, halnya pandemi telah berlangsung selama 2 tahun, tidak terkecuali negara Indonesia juga memiliki permasalahan yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 ini. Salah satu dampak pandemi covid-19 yang mengenai dunia pendidikan adalah diterapkannya pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas, sesuai dengan surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi covid-19, salah satu isi surat keputusan bersama tersebut menyatakan bahwa penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan/atau pembelajaran jarak jauh.

           Akibat dari penerapan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh tersebut terjadinya Learning Lost atau dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan (The Education and Development Forum (2020)

           Upaya yang dilakukan penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut  adalah membuat praktik baik pembelajaran dengan menggunakan strategi “PISA” (Permainan Biji Saga) untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik di SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan.

 

B.     Rumusan Masalah

Bagaimana tahapan “PISA” untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan?

 

C.    Tujuan

            Tujuan dari best practice ini yaitu Menjabarkan tahapan “PISA” untuk                                                    meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik SMP                                  Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan sehingga Learning Lost dapat teratasi dengan                                        Learning Local Culture

     D.    Strategi Pemecahan Masalah 

1.      PISA

PISA merupakan akronim dari permainan tradisional biji saga, dengan latar belakang pandemi covid-19 yang memaksa sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas mengakibatkan terjadinya Learning Lost atau siswa kehilangan sebagian pembelajaran. Sebagai sekolah kecil yang berada di sebuah dusun dengan jumlah penduduk yang sedikit, peserta didik memanfaatkan banyak waktu luang mereka dengan bermain di lingkungan sekitar rumahnya. Lingkungan sekitar rumah yang masih asri dan terjaga kelestarian alamnya mempunyai banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai alat untuk anak-anak bermain.

Salah satu potensi alam yang masih banyak terdapat di daerah ini adalah tanaman saga, tanaman yang masih dalam kerabat petai ini mempunyai biji berbentuk bulat kecil dan berwarna merah cerah, biji tanaman saga inilah yang dijadikan anak-anak untuk bermain.

Kearifan lokal yang ada disekitar lingkungan peserta didik dapat dijadikan sebuah strategi pembelajaran yang mudah diterima oleh peserta didik, salah satunya adalah strategi “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga)

Alasan mengapa strategi PISA ini mudah dan efektif dilaksanakan karena permainan tradisional biji saga merupakan permainan yang sering dimainkan oleh peserta didik, harapannya dengan mengambil strategi yang dekat dengan kehidupan peserta didik akan lebih mudah diterima dan dipahami.

Strategi PISA dilaksanakan dengan pendekatan saintifik dan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sehingga strategi PISA ini bisa juga diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya. 

 2.      Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Kebijakan merdeka belajar yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menuntut pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik harus berpihak kepada peserta didik. Pendidik harus memfasilitasi kebutuhan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

Pada strategi PISA peserta didik diberikan kebebasan dalam mendeskripsikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik dalam belajar. Peserta didik bebas memilih media dan cara apa saja yang mereka sukai untuk mendeskripsikan permainan tradisional biji saga. Cara pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menghasilkan dampak yang positif. Peserta didik menjadi lebih aktif dan antusias dalam belajar.

 

 

























BAB II

PEMBAHASAN

 

Video yang disampaikan memuat tentang praktik baik selama pertemuan tatap muka terbatas di masa pandemi dengan judul “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local Culture.

1.      Video diawali dengan tayangan lingkungan sekolah sebagai tempat peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan pembelajaran tatap muka terbatas, lingkungan sekolah dikondisikan dengan layak sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang berlaku di daerah. Tempat duduk siswa dibuat berjarak antara satu dengan yang lainnya, terdapat juga tempat cuci tangan di depan kelas masing-masing.


               Gambar 1.1 Keadaan Lingkungan Sekolah                                  

              Gambar 1.2 Keadaan kelas

                                    

2.      Penyampaian penjelasan mengenai video Best Practice

Video berisikan tentang penjelasan mengenai isi video Best Practice  dan tujuannya. Penulis memamparkan tentang latar belakang terjadinya Learning Lost dan cara untuk mengatasinya

    Gambar 2.1 Penulis menjelaskan tentang isi video

 

3.      Latar Belakang

Video memuat tentang latar belakang dipilihnya strategi PISA untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan melalui permainan tradisional yang sering dimainkan oleh peserta didik di lingkungan sekitar rumahnya, banyaknya potensi alam seperti tanaman saga yang bisa dijadikan permainan tradisional.

    


    Gambar 3.1 Akibat PJJ Peserta Didik Bermain                       

                    

                     Gambar 3.2 Tanaman Saga

    

                      Gambar 3.3 Biji Saga

 

4.      Kegiatan Pembuka

Diawali dengan ucapan salam, sapaan, absensi serta berdoa. Kegiatan selanjutnya adalah mengajak peserta didik untuk membangkitkan motivasi dan semangat dengan bermain menguji konsentrasi melalui permainan kepala, pundak, lutut kaki.

 


     Gambar 4.1 Kegiatan pembukaan                                                         


    

                    Gambar 4.2 Kegiatan berdoa

 

     

    Gambar 4.3 Guru memberikan motivasi

 

5.      Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti, diawali dengan penjelasan materi pembelajaran, lalu peserta didik diajak untuk mengenali biji saga dan secara berkelompok peserta didik diajak permainan biji saga dengan biji saga yang dibawa oleh guru

   


    Gambar 5.1 Guru menjelaskan materi pelajaran                  

    

    Gambar 5.2 Peserta didik bermain permainan biji saga


Kegiatan selanjutnya adalah peserta didik berdiskusi dengan anggota kelompoknya mengenai cara membuat sebuah teks deskripsi

    Gambar 5.3 Peserta didik berdiskusi

  

Setelah berdiskusi dengan anggota kelompoknya, selanjutnya peserta didik mengerjakan penugasan yang diberikan oleh guru, peserta didik mendeskripsikan permainan tradisional biji saga dengan cara yang dipilih oleh peserta didik sendiri, ada yang memilih mendeskripsikan dengan teks bergambar, ada yang menggunakan rekaman suara, ada yang menggunakan teks tertulis.

  

    Gambar 5.4 Peserta didik mendeskripsikan dengan teks bergambar

    

    Gambar 5.5 Peserta didik mendeskripsikan dengan rekaman suara

    

    Gambar 5.6 Peserta didik mendeskripsikan dengan teks tertulis

 

6.      Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup video menggambarkan guru yang sedang mengajak peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran dan menginformasikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

    Gambar 6.1 Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran

     

    Gambar 6.2 Kegiatan penutup pembelajaran



7.      Penutup Video

Pada penutupan video disampaikan hasil yang dicapai dengan menerapkan strategi PISA untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik berbasiskan kearifan lokal dalam penelitian ini menggunakan permainan tradisional biji saga.

    Gambar 7.1 Penutupan video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

1.      Simpulan

Strategi PISA yang telah dilakukan dapat meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang bepusat pada peserta didik di SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan, serta berdampak positif untuk mengatasi Learning Lost  atau peserta didik kehilangan sebagian pembelajaran

 

2.      Saran

Saran diberikan kepada guru mata pelajaran lain dapat menggunakan strategi PISA (Permainan Tradisional Biji Saga) dalam pembelajaran,