Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia Nya sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan video dan naskah praktik baik pembelajaran yang berjudul Melalui “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga) Learning Lost to Learning Local Culture. Naskah praktik terbaik ini disusun untuk mengikuti kegiatan Apresiasi Katagori Guru SMP Inspiratif Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidik Dasar (Dikdas) dengan tema “Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”
Naskah praktik terbaik ini dapat diselesaikan, tentunya dengan bantuan serta dukungan
dari berbagai pihak, dengan itu ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada :
1)
Keluarga tercinta atas dukungan, doa serta semangat dan
bantuannya selama pembuatan karya ini;
2)
Bapak Drs. Iskandar, selaku
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah;
3)
Bapak Azwir, S. Pd.I.,
selaku Kepala UPTD SMP
Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan;
4)
Rekan-rekan Guru UPTD SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan yang telah membantu dalam
penyelesaian karya ini;
Dalam
pembuatan karya berupa video serta penyusunan naskah ini masih banyak
kekurangannya, maka penulis mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun
untuk penyempurnaan karya ini.
Harapan
penulis karya ini dapat bermanfaat, dan menginspirasi guru lainnya sebagai
upaya untuk mengatasi terjadinya learning loss dalam melaksanakan proses pembelajaran pada masa pandemi
yang dapat dilakukan
melalui pembelajaran tatap muka terbatas.
Sungaiselan, November 2021
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pandemi
Covid-19 merupakan permasalahan dunia, halnya pandemi telah berlangsung selama
2 tahun, tidak terkecuali negara Indonesia juga memiliki permasalahan yang
diakibatkan oleh pandemi covid-19 ini. Salah satu dampak pandemi covid-19 yang
mengenai dunia pendidikan adalah diterapkannya pembelajaran jarak jauh dan
pembelajaran tatap muka terbatas, sesuai dengan surat keputusan bersama Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam
Negeri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi covid-19, salah satu isi
surat keputusan bersama tersebut menyatakan bahwa penyelenggaraan pembelajaran
di masa pandemi covid-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas
dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan/atau pembelajaran jarak jauh.
Akibat
dari penerapan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh
tersebut terjadinya Learning Lost atau
dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau
khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang
berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan (The Education
and Development Forum (2020)
Upaya
yang dilakukan penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat praktik baik pembelajaran
dengan menggunakan strategi “PISA” (Permainan Biji Saga) untuk meningkatkan
kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik di SMP Negeri 3 Satu
Atap Sungaiselan.
B.
Rumusan
Masalah
Bagaimana
tahapan “PISA” untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada
peserta didik SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan?
C. Tujuan
Tujuan dari best practice ini yaitu Menjabarkan
tahapan “PISA” untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang berpusat pada
peserta didik SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan sehingga Learning Lost dapat teratasi dengan Learning Local Culture
D.
Strategi Pemecahan Masalah
1.
PISA
PISA
merupakan akronim dari permainan tradisional biji saga, dengan latar belakang
pandemi covid-19 yang memaksa sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh dan
pembelajaran tatap muka terbatas mengakibatkan terjadinya Learning Lost atau siswa kehilangan sebagian pembelajaran. Sebagai
sekolah kecil yang berada di sebuah dusun dengan jumlah penduduk yang sedikit,
peserta didik memanfaatkan banyak waktu luang mereka dengan bermain di
lingkungan sekitar rumahnya. Lingkungan sekitar rumah yang masih asri dan
terjaga kelestarian alamnya mempunyai banyak potensi alam yang dapat dijadikan
sebagai alat untuk anak-anak bermain.
Salah
satu potensi alam yang masih banyak terdapat di daerah ini adalah tanaman saga,
tanaman yang masih dalam kerabat petai ini mempunyai biji berbentuk bulat kecil
dan berwarna merah cerah, biji tanaman saga inilah yang dijadikan anak-anak
untuk bermain.
Kearifan
lokal yang ada disekitar lingkungan peserta didik dapat dijadikan sebuah
strategi pembelajaran yang mudah diterima oleh peserta didik, salah satunya
adalah strategi “PISA” (Permainan Tradisional Biji Saga)
Alasan
mengapa strategi PISA ini mudah dan efektif dilaksanakan karena permainan
tradisional biji saga merupakan permainan yang sering dimainkan oleh peserta
didik, harapannya dengan mengambil strategi yang dekat dengan kehidupan peserta
didik akan lebih mudah diterima dan dipahami.
Strategi
PISA dilaksanakan dengan pendekatan saintifik dan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning sehingga
strategi PISA ini bisa juga diterapkan pada mata pelajaran yang lainnya.
2.
Pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik
Kebijakan
merdeka belajar yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia menuntut pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik harus
berpihak kepada peserta didik. Pendidik harus memfasilitasi kebutuhan peserta
didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Pada
strategi PISA peserta didik diberikan kebebasan dalam mendeskripsikan sesuai
dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik dalam belajar. Peserta didik bebas
memilih media dan cara apa saja yang mereka sukai untuk mendeskripsikan
permainan tradisional biji saga. Cara pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik menghasilkan dampak yang positif. Peserta didik menjadi lebih aktif dan antusias
dalam belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
Video yang disampaikan memuat tentang praktik baik
selama pertemuan tatap muka terbatas di masa pandemi dengan judul “PISA” (Permainan Tradisional Biji
Saga) Learning Lost to Learning Local
Culture.
1.
Video diawali dengan tayangan lingkungan sekolah sebagai tempat peserta didik
melakukan kegiatan belajar dengan pembelajaran tatap muka terbatas, lingkungan
sekolah dikondisikan dengan layak sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang
berlaku di daerah. Tempat duduk siswa dibuat berjarak antara satu dengan yang
lainnya, terdapat juga tempat cuci tangan di depan kelas masing-masing.
Gambar 1.1 Keadaan
Lingkungan Sekolah
2.
Penyampaian
penjelasan mengenai video Best Practice
Video berisikan tentang penjelasan
mengenai isi video Best Practice dan tujuannya. Penulis memamparkan tentang
latar belakang terjadinya Learning Lost dan
cara untuk mengatasinya
Gambar
2.1 Penulis menjelaskan tentang isi video
3.
Latar
Belakang
Video memuat tentang latar belakang dipilihnya strategi PISA untuk meningkatkan kemampuan
mendeskripsikan melalui permainan tradisional yang sering dimainkan oleh
peserta didik di lingkungan sekitar rumahnya, banyaknya potensi alam seperti
tanaman saga yang bisa dijadikan permainan tradisional.

Gambar 3.1 Akibat PJJ Peserta Didik Bermain
Gambar 3.2 Tanaman Saga
Gambar
3.3 Biji Saga
4.
Kegiatan Pembuka
Diawali dengan ucapan salam, sapaan, absensi serta
berdoa. Kegiatan selanjutnya adalah mengajak
peserta didik untuk membangkitkan motivasi dan semangat dengan bermain menguji
konsentrasi melalui permainan kepala, pundak, lutut kaki.

Gambar 4.1 Kegiatan pembukaan
Gambar 4.2 Kegiatan berdoa
Gambar
4.3 Guru memberikan motivasi
5.
Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, diawali dengan penjelasan materi pembelajaran, lalu peserta didik
diajak untuk mengenali biji saga dan secara berkelompok peserta didik diajak
permainan biji saga dengan biji saga yang dibawa oleh guru

Gambar 5.1 Guru menjelaskan
materi pelajaran
Gambar 5.2 Peserta didik bermain
permainan biji saga
Kegiatan selanjutnya adalah peserta didik berdiskusi dengan anggota
kelompoknya mengenai cara membuat sebuah teks deskripsi
Gambar
5.3 Peserta didik berdiskusi
Setelah berdiskusi dengan anggota
kelompoknya, selanjutnya peserta didik mengerjakan penugasan yang diberikan
oleh guru, peserta didik mendeskripsikan permainan tradisional biji saga dengan
cara yang dipilih oleh peserta didik sendiri, ada yang memilih mendeskripsikan
dengan teks bergambar, ada yang menggunakan rekaman suara, ada yang menggunakan
teks tertulis.
Gambar
5.4 Peserta didik mendeskripsikan dengan teks bergambar
Gambar
5.5 Peserta didik mendeskripsikan dengan rekaman suara
Gambar
5.6 Peserta didik mendeskripsikan dengan teks tertulis
6. Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup video
menggambarkan guru yang sedang mengajak peserta didik untuk menyimpulkan
pembelajaran dan menginformasikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Gambar
6.1 Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran
Gambar
6.2 Kegiatan penutup pembelajaran
7. Penutup Video
Pada penutupan video disampaikan hasil
yang dicapai dengan menerapkan strategi PISA untuk meningkatkan kemampuan
mendeskripsikan yang berpusat pada peserta didik berbasiskan kearifan lokal
dalam penelitian ini menggunakan permainan tradisional biji saga.
Gambar
7.1 Penutupan video
BAB III
PENUTUP
1.
Simpulan
Strategi
PISA yang telah dilakukan dapat meningkatkan kemampuan mendeskripsikan yang
bepusat pada peserta didik di SMP Negeri 3 Satu Atap Sungaiselan, serta
berdampak positif untuk mengatasi Learning
Lost atau peserta didik kehilangan
sebagian pembelajaran
2.
Saran
Saran
diberikan kepada guru mata pelajaran lain dapat menggunakan strategi PISA
(Permainan Tradisional Biji Saga) dalam pembelajaran,